Tips Aman Jika Ingin Menjadi Rider Dan Vlogger

Jul 14, 2018

0

Tips Aman Jika Ingin Menjadi Rider Dan Vlogger

Posted in : Uncategorized on by : Somet

Hari ini beberapa pembalap sering membuat video perjalanan yang kemudian diunggah ke sejumlah media sosial. Alasannya, mereka ingin melakukan perjalanan serta memberikan informasi tentang apa yang dilihat di sepanjang jalan.
Tapi tahukah Anda, apakah itu pada dasarnya melakukan video saat mengemudi dianggap sangat berbahaya. Hal ini juga diungkapkan pengajar Rifat Drive Labs, Heri Wahyudi saat acara Coaching Clinic Safety Riding di gedung Nasional Berhad, Gambir, Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Baca juga : IELTS Score, IELTS Vocabulary, IELTS Essay

“Selama ini yang saya perhatikan, kalau buat vlog itu konsentrasinya terbagi dua. Di mana kamera disesuaikan dengan pandangan arah kita saat menuju kemana saja. Atau memberi komentar di jalan. Sedangkan kondisi dia (pengendara) saja tidak bisa kontrol, jadi sangat berbahaya karena mengganggu konsentrasi, “kata Heri di depan para peserta.
Heri mengatakan, untuk menjadi pengendara dan vlogger yang mengutamakan keselamatan, metode ini praktis sama seperti biasanya. Bedanya, pengendara tidak harus secara hati-hati mendeskripsikan konten video dari apa yang dilihatnya dengan berbagai komentar.
“Mungkin kejadian yang dilihat dari video yang akan di-tag (upload) ditandai dulu saja. Ketika kita mengemudi, kita benar-benar harus konsentrasi mengemudi. Jangan sampai kita terganggu,” katanya.

Kami diberi kesempatan untuk mengelilingi sirkuit kart dengan panjang 1,2 km untuk tiga lap.
Herry juga menyatakan, melakukan kegiatan lain saat mengemudi bisa dikatakan luar biasa untuk melakukan aktivitas lain.
Oleh karena itu, mengemudi sambil bermain telepon dapat dimasukkan dalam Pasal 283 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Artikel ini berbunyi:
“Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu “.
Bahwa dalam Pasal 106 ayat (1) UU No.22 Tahun 2009 memuat:
“Setiap orang yang mengendarai Kendaraan Bermotor di Jalan akan mengendarai kendaraan dengan cara yang wajar dan mencolok”.