Tehnik Dasar Mendongeng Layaknya Pendongeng Profesional

Oct 21, 2017

0

Tehnik Dasar Mendongeng Layaknya Pendongeng Profesional

Posted in : Parenting on by : Somet

Tehnik Dasar Mendongeng Layaknya Pendongeng ProfesionalTehnik Dasar Mendongeng Layaknya Pendongeng Profesional, sudah sejak jaman dahulu kala, aktivitas mendongeng tidak hanya disukai oleh anak-anak, namun pula orang muda sampai yang telah dewasa. kegiatan ini dianggap mempunyai berjuta manfaat. Selain buat member hiburan, jua menambah pengetahuan, dan memperkaya akhlak atau moral seseorang, terlebih anak-anak. Anak-anak merupakan eksklusif yg sangat membutuhkan banyak pelajaran dan pengalaman baru. menggunakan media dongeng, anak mirip diajak berfantasi menuju alam imajinasi sembari meraup berjuta pengalaman baru.

Baca Juga : Cara Menghadapi Anak Hiperaktif

agar buah hati kita tidak merasa bosan menggunakan dongeng yang kita berikan, kita perlu belajar tehnik-tehnik dasar mendongeng. Tehnik-tehnik ini tidak terlalu sukar buat dipelajari, apalagi Bila anda mau belajar buat sebagai orang tua yang kreatif dalam mendidik oleh buah hati. Hal-hal yang perlu anda pelajari dan perhatikan merupakan:

1. memilih Cerita

Usahakanlah buat memilih cerita yang berkualitas. ketika ini banyak sekali terbit buku-buku cerita yang menarik. buat menerima surat keterangan yang terbaik, anda mampu mencari judul-judul cerita dari internet. pakai fasilitas google serta yahoo search engine supaya kita bisa menerima aneka macam judul-judul dongeng serta synopsis dongeng dari para penulis dongeng yg sudah populer. misalnya dengan mengetik “sinopsis buku dongeng”. Kita akan mendapatkan banyak sekali referensi buku dongeng yg sudah terbit serta cerita singkatnya (synopsis). buat anak-anak, usahakan mencari buku yang tidak terlalu tebal, banyak gambar, gambarnya lucu, berwarna, serta memiliki pesan moral. Hal ini sangat krusial supaya oleh buah hati tak merasa bosan menggunakan cerita serta menarik minat anak buat lebih bersemangat mendengarkan dongeng yang akan kita utarakan. Cerita yg baik merupakan cerita yg mengandung unsure pendidikan, kedamaian, cinta kasih, kelembutan, dan kebaikan. Hindari cerita yang mengandung unsure perang-perangan, kekerasan, balas dendam, sihir, dan lain-lain. Unsur-unsur negative yg ada pada pada cerita dianggap bisa meracuni khayalan positif seseorang anak

dua. Menguasai Cerita
Cara terbaik menguasai sebuah cerita bukanlah menghafalkannya, melainkan memahani semua isi cerita. umumnya dibutuhkan membaca berkali-kali agar kita bisa menguasai cerita itu sepenuhnya. Jika perlu, kita juga boleh memodifikasi cerita agar lebih menarik. Selain itu, modifikasi cerita pula sangat krusial buat menghindari kata-kata yg belum layak pada dengar sang anak-anak. contohnya ada istilah-istilah di dalam sebuah dongeng demikian,”lalu oleh pangeran mengambil pedang, dan menebas kepala naga. dan seketika itu jua naga itu tewas.” Mungkin kita bisa memodifikasinya demikian,”kemudian oleh pangeran mengambil sebilah pedang, serta keluar cahaya jelas memancar dari pedang tersebut, serta menghasilkan sang naga lari ketakutan terbirit-birit, lalu terbang ke langit. sang naga pun tidak pernah berani muncul balik ”.

3. Penokohan

Mempelajar penokohan dalam suatu cerita pula sangat krusial. umumnya, semakin sedikit tokoh yg ada pada pada suatu cerita anak, maka cerita itu akan semakin mudah dan menarik buat didongengkan bagi anak-anak. Hal ini jua memudahkan kita dalam mengkaji tokoh-tokoh yg terdapat pada pada sebuah cerita. Semakin kita memahami karakter yang terdapat pada pada sebuah cerita, maka kita akan semakin mudah mengekpresikan dan membuat variasi bunyi dan tingkah lakunya. jangan lupa memakai aktualisasi diri, gaya, serta bunyi yang lucu agar terlihat menarik.

4. Alur

Hal terpenting yg dipelajari dalam sebuah alur cerita artinya pembukaan (umumnya berupa masalah), isi (umumnya berupa permasalahan), epilog (biasanya berisi bagaimana konflik tersebut terselesaikan), dan konklusi (pesan moral). Wah mirip membuat sebuah karya ilmiah ya? Yah, akan tetapi begitulah inti dari sebuah cerita. Hal ini jua berhubungan menggunakan dominasi tokoh serta isi cerita. sesudah menguasai penokohan serta isi cerita, cobalah menghasilkan alur cerita dalam sebuat kertas, sehingga bisa mempermudah anda dalam mengimprovisasi sebuah cerita.

5. Suasana

Suasana terbaik bagi anak buat mampu mendapatkan atau mendengarkan dongeng artinya suasana yg kalem, tidak tegang, tidak formal, serta paling pas ialah waktu sang butir hati mau bobok atau setelah makan malam serta belajar. Hal ini pula sangat berguna buat menyegarkan pulang pikiran anak asal ketegangan-ketegangan serta kekawatiran, serta perasaan-perasaan yang tidak menyenangkan yang mungkin pada rasakan si kecil di saat sebelum tidur.

6. hubungan Mata dan Fisik

hubungan mata sangat krusial buat “mencuri perhatian” sang buah hati. Jika mata kita tidak terfokus pada mata oleh butir hati, maka terdapat kemungkinan mata sang buah hati menjalar kemana-mana serta kehilangan konsentrasi buat mendengarkan cerita yang kita bawakan. hubungan fisik pula sangat penting agar waktu konsentrasi oleh butir hati mulai memudar, kita mampu mengekspresikan cerita yg kita bawakan kepada oleh butir hati. Bila perlu kita bisa memodifikasi cerita agar kita mampu melakukan kontak fisik dengan si mungil, misalnya dengan mengatakan, ”karena ibu Mela merasa iba melihat anak yang malang itu, maka ibu Mela pun membelai ketua sang anak, mengusap pipinya serta mengatakan, ”Nak, dimana rumahmu?”” hubungan fisik dan mata jua berguna buat menambah kedekatan dengan sang buah hati.

7. Pengguanaan Media Gambar

Penggunaan media ini mampu menggunakan gambar yang telah terdapat di dalam buku cerita. namun menjadi pelengkap, ingat mempersiapkan kertas gambar serta pensil. Siapa tahu si kecil belum tahu beberapa benda yang kita ungkapkan. Nah… Bila si mungil belum memahami benda-benda yg kita ceritakan, kita bisa menggambarkannya untuk sang butir hati.

8. Iringan Musik

Iringan music sangat krusial buat membawa suasan menjadi damai serta hening, sehingga oleh buah hati pun menjadi siap buat mendengarkan cerita. Pilihlah musik-musik instrumental spesifik buat anak-anak, atau musik-musik klasik. bunyi musik jangan terlalu keras, supaya anak mampu lebih berkonsentrasi mendengarkan cerita daripada mendengarkan musik.

9. Media Boneka

Boneka tak hanya wahana bermain, akan tetapi juga bisa sebagai sarana atau media mendongeng yang menarik lho. agar cerita yang dibawakan bisa lebih menarik serta lebih konkret, kita mampu memakai media boneka pada saat mendongeng. Kita bisa menggunakan boneka yang sesuai dengan tokoh cerita. Boneka pada cerita anak-anak yg harus kita miliki menjadi sarana mendongeng anak-anak ialah boneka ayah, ibu, anak, serta anak wanita. buat tokoh-tokoh lainnya, bisa kita miliki menjadi tokoh tambahan.

praktis, bukan? Jadi yuk belajar menjadi pendongeng professional dengan cara mendongengkan cerita pada sang buah hati. Siapa tahu ternyata kita mempunyai bakat mendongeng dan bisa sebagai seorang pendongeng professional serta ikut meramaikan kasanah dunia dongeng dan global seni hiburan anak-anak.

 

Artikel Di Buat Oleh : Baconini Wisata dan Parenting