Prinsip Hidup Dalam Menjalankan Bisnis dari 10 Orang Kaya di Dunia

Jan 7, 2018

0
Prinsip Hidup Dalam Menjalankan Bisnis dari 10 Orang Kaya di Dunia

Prinsip Hidup Dalam Menjalankan Bisnis dari 10 Orang Kaya di Dunia

Posted in : Parenting on by : Somet

Figur mutlak dunia, entrepreneur atau entrepreneur yang udah capai keberhasilan tetap membawa daftar komitmen hidup yang bisa dijadikan kata-kata semangat. Berbagai metode yang bisa ditempuh untuk mendukung kami untuk giat mengerjakan beragam hal. Salah satu langkah sehingga tetap bersemangat yakni dengan membaca kutipan kata-kata ide dari beberapa figur dunia maupun entrepreneur yang udah capai keberhasilan.

Kata-kata mereka punya arti. Hal selanjutnya karena, dalam mewujudkan atau capai keberhasilan, mereka melalui banyak ragam pelaksanaan dan metode yang berbeda-beda. Dari asam garam kehidupan itu, mereka memberikan energi baik bagi orang-orang yang ada di sekitarnya.

Mulai dari Lary Page pendiri Google, sampai Michal Dell (Pemilik perusahaan computer Dell), selanjutnya beberapa kutipan atau ungkapan semangat yang bisa menginspirasi kami mendapatkan kemampuan baru:


1. Larry Page, Pencipta Google

“Bila Anda tengah mempengaruhi dunia, Anda bekerja untuk pekerjaan yang penting. Anda mulai terlampau berbahagia bangun di pagi hari”

Google udah dikenal sebagai salah satu raksasa dunia online di dunia. Ungkapan dari Larry Page selanjutnya mendorong kami sehingga bersemangat mengubah diri sendiri sebelum akan mengerjakan aktivitas selama hari. Di kala-hal yang membawa dampak kami semangat tetap bersumber terhadap diri sendiri.

Tapi kami menjalankannya dengan sungguh-sungguh, sebab itu tiap pagi dapat di lewati dengan keadaan hati yang semangat dan dalam kebaikan. Paling tidak semangat ini memang nyata-nyata digunakan Larry Page. Sebagai bukti, bersamaan perjalanannya, usaha Google tetap menemukan hal-hal baru untuk berkreasi serta memberikan banyak dampak bagi seluruh kalangan di dunia.

2. Michael Dell, Founder perusahaan teknologi DELL

“Akuilah bahwa dapat ada keterpurukan, dan dapat ada halangan. Namun, Anda dapat studi dari kesalahan dan kesalahan orang lain, sebab terlampau sedikit yang bisa dipelajari dari kesuksesan.”

Dari kata kata bijak pendiri perusahaan computer Dell di atas paling tidak punya makna, selama mengerjakan usaha dapat tetap pasti ada rintangan sendiri. Ketika yang diperlukan merupakan tiap tiap usaha yang kami usahakan sudah pasti sempat merasakan kegagalan. Mengakui kesalahan sendiri juga tidak kalah berpengaruh. Namun dengan studi dari kekeliruan, maka kami bisa melacak metode untuk tidak melaksanakan hal yang serupa lagi dan secara perlahan capai kesuksesan.


3. Drew Houston, Penemu Dropbox

“Don’t worry about failure, you only have to be right once.”

Pendiri fitur cloud storage (tempat penyimpanan manfaatkan komputasi awan), Drew Houston, lewat kata kata mutiara sederhananya berkeinginan menyajikan pesan sehingga jangan pernah was-was atau menyesali keterpurukan. Apabila di dalam tiap kegagalan, sudah pasti kami dapat mendapatkan sebuah jalur untuk melaksanakan sesuatu yang pas.

So, membuat yang mulai tetap gagal, berusahalah dalam memahami apa yang dijalankan, sampai pada akhirnya di selagi nanti capai keberhasilan.


4. Steve Jobs, Pencipta Apple

“You can’t connect the dots looking forward, you can only connect them looking backwards.”

Salah seorang yang punya dampak di sektor teknologi ialah almarhum Steve Jobs. Pendiri dan mantan CEO Apple yang meninggal di th. 2011 selanjutnya lewat kalimatnya di atas berkenan mengungkapkan, kami tak tetap bisa memprediksi apa yang dapat terjadi di era yang dapat datang. Tetapi, yang perlu kami ketahui adalah tetap studi dari era selanjutnya untuk kedepannya dan menjadi seorang individu yang lebih bagus di era depan.

Apa yang dinyatakan Steve Jobs ini layaknya memberi deskripsi layaknya apa yang udah dijalankan Google. Pernah gagal dengan beberapa sarana yang dibuatnya, namun Google dengan sesegera bisa saja mempelajari kesalahannya itu dan menghidupkan penemuan-temuan era depan yang tidak pernah terduga.

5. Elon Musk, CEO SpaceX dan Pendiri Tesla Motor

“Disini, gagal adalah pilihan. Bila sesuatu tidak gagal, berarti Anda kurang berkreasi.”

Elon Musk tidak jarang disebut sebagai Tony Starks (karakter pemeran Iron Man) di alam riil. Tapi, kecuali berdiskusi bagaimana mengelola usaha apa yang di idamkan Elon Musk seolah-olah dicap edan! Elon Musk udah pernah tidak berhasil terhadap peluncuran roketnya, membawa dampak self-drivingcar dan beragam inovasi-penemuan kreatif lainnya. Tetapi dia tak menyerah berinovasi, membawa dampak produk-produk yang bisa mempengaruhi keadaan sosial.

Sebuah semangat yang sudah pasti dapat membawa kami untuk tetap berinovasi, padahal tetap gagal dalam tiap-tiap peluang. Larry Page, Michael Dell, sampai Steve Jobs jadi pasti pernah punya pengalaman yang serupa dan justru mengajarkan kami untuk tetap berinovasi.


6. Richard Branson, Pendiri Virgin

“Kompleksitas yakni musuhmu. Melakukan orang bisa membawa dampak hal-hal menjadi kompleks, namun menyederhanakan sesuatu itu yakni hal yang susah.”

Dari mengawali usaha majalah, sampai mobilisasi Virgin Records, yang sesudah itu menjadi Virgin Megastores dan mengembangkannya menjadi Virgin Atlantic Airways bukanlah sebuah pekerjaan yang enteng untuk dikembangkan menjadi usaha yang sukses. Richard Branson, salah seorang paling tajir di dunia versi majalah Forbes ini melalui perjuangan usaha yang tidak singkat. Namun juga dengan yang dijalankan Larry Page bareng Sergei Bryn selagi mengendalikan kendali Google, atau Michael Dell kala melaksanakan bermacam-macam style memajukan usaha komputernya.

Menjalankan sebuah usaha memang tak enteng dan [cenderung kompleks dengan banyak ragam variasi hal, juga di selagi dapat berkreasi dengan hal-hal baru. Tapi, kala kami mobilisasi sebuah perusahaan dan berjumpa dengan hal-hal yang kompleks, jangan mengarahkannya menjadi lebih rumit lagi, melainkan melacak solusi sehingga sistem usaha aktif dengan bagus.


7. Mark Zuckerberg, Pencipta Facebook

“Sistem pikir keputusan paling simpel dalam usaha merupakan misalnya Anda mengerjakan profesi yang lebih enteng dulu, sebab itu Anda memang udah membikin banyak pelaksanaan”

Richard Branson punya langkah sendiri selagi mengerjakan usaha yang sarat dengan hal-hal rumit. Namun, Mark Zuckerberg yang saat ini menjadi CEO Facebook, punya tekniknya sendiri yakni membawa dampak hal-hal simpel dalam melaksanakan usaha.
Membahas pekerjaan memang tidak tetap tetap terjadi dengan enteng dan pantas dengan kecakapan kita, malahan bisa menjadi lebih sulit. Nah, kecuali Richard lebih menentukan membuatnya menjadi simpel, maka Mark menentukan untuk mobilisasi profesi yang lebih enteng terutama dulu.

Sistem ini dapat menjadikan kami tak buang selagi untuk melaksanakan pekerjaan yang tidak perlu dilakukan. Sehingga terhadap hasilnya profesi bisa terlalu fokus dan target yang dicapai bisa terjadi layak dengan harapan sebuah bisnis.


8. Jack Ma, Bos Alibaba

“Seandainya kami merupakan satu tim yang bagus dan memahami apa yang mendambakan kami lakukan, satu orang saja dari kami bisa mengalahkan sepuluh kompetitor kita.”

Melalui atau transformasi usaha tak bisa dijelaskan berdasarkan ego seseorang saja. Larry Page, Steve Jobs, Michael Dell sampai Richard Branson sudah pasti punya kawan terbaik di sekitarnya. Makna partner usaha adalah hal yang mutlak terhadap melaksanakan bisnis. Jack Ma, pemilik Alibaba, perusahaan Tiongkok yang begitu melambung namanya apalagi melaksanakan hal yang layaknya itu.

Dari ucapannya tersebut, Jack Ma layaknya mengajarkan kepada kami bagaimana memeneg sebuah kerjasama menjadi lebih bagus. Kerjasama yang terarah tanpa perlu mengambil kiat dari kompetitor usaha bisa mengubah segalanya. Tidak kerjasama, seluruh pekerjaan bisa menjadi lebih enteng dan poin serta target dari sebuah perusahaan bisa dijalankan dengan bagus pula.


9. Howard Schultz, CEO Starbucks

“In this ever-changing society, the most powerful brand are built from the heart, the strength of the human spirit, not an ad campaign”

Ungkapan dari Howard di atas menerangkan banyak usaha yang dijalankan sebab hanya mengayalkan keuntungan sendiri. Howard mengungkapkan bahwa usaha dijalankan bukan hanya untuk mendapatkan keuntungan, namun menjadi pemecahan masalah dari beragam macam dilema di masyarakat.

Memang tidak bisa diacuhkan, bahwa usaha memang tetap bicara profit. Tetapi, misalnya tidak bisa menjadi solusi bagi masalah lingkungan sekitar, sebab itu bisa menjadi usaha yang dijalankan sudah pasti menjadi sia-sia, dan jadi dapat semakin diabaikan seluruh orang.


10. Bill Gates, pendiri Microsoft

“Pengguna yang nyata-nyata tak suka (atas sarana Anda) adalah sumber pelajaran paling miliki nilai terhadap usaha.”

Bill Gates bisa dibilang sebagai seorang entrepreneur di dunia yang terlampau sukses. Jika dari mengembangkan perangkat lunak (software) yang terjadi di dalam sistem computer yang dinamakan Microsoft, sampai saat ini kemajuan bisnisnya tetap jaya.
Tak menanggapi beragam macam rintangan, namun Bill Gates tetap studi dari pengalaman-pengalaman konsumenya. Dari kata-kata yang diucapkan oleh Bill Gates selanjutnya kami bisa studi bahwa memperdengarkan harapan dan kritik dari pelanggan yakni salah satu faktor mutlak dalam mengembangkan usaha.

Apabila menemukan satu atau beberapa pelanggan yang tak bergembira terhadap layanan yang diberikan, berarti selayaknya ada perubahan atau inovasi segar yang sekejap dikerjakan. Sehingga pelaksanaan usaha konsisten bisa berjalan, dan bukan tidak bisa saja dapat menerima pelanggan baru.


11. Jeffrey Bezos, pemilik Amazon

“Anda tahu, misalnya layanan Anda tidak memuaskan, pelanggan Anda tidak dapat memberitahukannya terhadap lima sahabat mereka, namun kepada 5.000 sahabat. Jadi, kami perlu memaksimalkan segala hal yang diperlukan untuk membangun sebuah perusahaan yang terlampau perlu dan tahan lama, dan kecuali kami tidak mengerjakannya, dapat memalukan kesudahannya bagi kita.”

Tidak jauh beda dengan Bill Gates, pemilik Amazon Jeffrey Bezoz, mengucapkan bahwasanya apa yang dipikirkan pelanggan merupakan hal yang terlampau perlu dalam sebuah bisnis. Dari hal selanjutnya kami bisa mengambil pelajaran bahwa pengalaman konsumen yakni salah satu kunci berhasil dalam mengerjakan usaha.

Bermula hanya sekadar mengikuti apa harapan pelanggan, namun menciptakan wadah untuk memperdengarkan apa yang mereka berkenan merupakan salah satu kunci berhasil dalam usaha.