Category : Parenting

    Home / Archive by category "Parenting"

Nov 4, 2017

0

Cara Efektif Mengenal Anak Pembully

Posted in : Parenting on by : Somet
  • Cara Efektif Mengenal Anak Pembully
    Dewasa ini kasus bullying atau kekerasan seolah menjadi hal yang biasa terjadi terutama di dunia anak – anak. Hal ini sangat riskan karena korban kekerasan akan mengalami gangguan psikologis dan fisik. Untuk menghindari itu, maka kita harus tahu cara mengenali apakah diantara sahabat anak ada yang berpotensi sebagai pembuluh biar setidaknya resiko menjadi korban kekerasan mampu diminimalisir. Berikut tips mengenal potensi anak pembully.

    Cara Efektif Mengenal Anak Pembully

    Cara Efektif Mengenal Anak Pembully

    1. Anak Pembully Cenderung Temperamen
    Awasi anak ketika bermain dengan temannya. Tidak perlu mengikuti anak dari belakang, cukup awasi dari jauh dan lihat apakah ada anak yang bersikap temperamen atau tidak. Temperamen dalam hal ini yaitu mudah sekali marah kepada anak lainnya bahkan dalam hal kecil serta meluapkan semua amarahnya kepada semuanya tanpa sebab. Sikap temperamen ini akan membuat anak lainnya tertekan dan takut kepada anak pembully ini sehingga mereka akan menuruti undangan pelaku kekerasan.
    2. Senang Adu Fisik
    Awasi juga kalau sahabat anak orangtua seringkali beradu fisik. Seringkali kita melihat ada anak yang menirukan beberapa gaya tendangan atau pukulan dari tayang televisi yang dilihat dan mempraktekkan kepada temannya tanpa tahu apakah itu akan menyebabkan sakit atau tidak. Lindungi anak anda atau beritahukan kalau temannya sudah mulai beradu fisik maka sebaiknya tinggalkan dan bermain dengan yang lainnya untuk menghindari hal- hal yang tidak diinginkan. Pahamkan kepada anak untuk tidak menggandakan perbuatan temannya dan beritahukan bahwa perbuatan semacam itu akan membahayakan dirinya.
    3. Kasar Dalam Bicara
    Salah satu cara mengenali anak yang berpotensi sebagai pembuluh salah satunya dari cara ia berbicara. Lihat apakah ada anak yang selalu berkata bernafsu kepada lainnya atau tidak. Anak yang berpotensi pembully biasanya senang berkata bernafsu seolah itu yaitu hal yang wajar dan diperbolehkan. Pada kasus tertentu mampu juga anak ini berani berkata bernafsu pada yang lebih tua. Jika mirip itu, arahkan anak untuk bermain dengan lainnya dan menjauhi untuk tidak bergaul dengan anak pembully tersebut.

    Baca Juga : Wisata Mandalika Lombok

    Artikel Di Buat Oleh : wisata di indonesia

    Oct 25, 2017

    0

    Cara Efektif Anak 3 Tahun Berbagi Mainannya

    Posted in : Parenting on by : Somet

    Cara Efektif Anak 3 Tahun Berbagi Mainannya
    Cara Efektif Anak 3 Tahun Berbagi MainannyaAnak 3 tahun adalah masa ideal buat mengajarkan beberapa hal karena telah mulai bisa mengerti instruksi yg diberikan termasuk pada berbagi mainan. Diusia ini jua merupakan usia ideal buat mengajarkan membuatkan mainan dengan sebayanya. Berikut merupakan cara efektif supaya anak tiga tahun mau berbagi mainan.
    1. Berikan Pemahaman
    Berikan pemahaman pada anak bahwa mainannya dibagikan Jika terdapat anak yang mau ikut bermain dengannya. Ajarkan bahwa menggunakan menyebarkan mainan tidak serta merta mainannya akan berpindah kepemilikan namun hanya dipinjam ad interim serta mainannya akan balik lagi menjadi miliknya Bila sudah terselesaikan dipinjam. Atau mampu juga menggunakan memberikan pemahaman bahwa anak tidak bisa memainkan seluruh mainannya secara bersamaan sebagai akibatnya sebagiannya wajib dipinjamkan kepada temannya saat akan bermain.

    2. eksklusif Dibagi
    Adapun cara lainnya adalah menggunakan pribadi dibagi sang orangtua , misalkan eksklusif diberitahukan kepada anak bahwa bermain menggunakan mainan yang sudah dipilihkan sang orangtua. Jika anak merengek serta menolak maka tanyakan mainan mana yg beliau mau. Berikan mainan mainan yg beliau mau lalu beritahukan bahwa mainan Selain nya akan dimajnkan oleh temannya. Cara ini efektif jua sebab anak akan berdasarkan pada orangtua dan akan eksklusif mematuhinya meski ada jua yg menolak tetapi sporadis terdapat yang mirip begitu.

    3. Ajarkan Kemuliaan membuatkan
    buat menstimulasi anak agar mau berbagi mainan keliru satunya pula bisa dengan menceritakan perihal kemuliaan mengembangkan baik berasal orangtua yg menuturkan sendiri atau membacakan cerita yg berkaitan ihwal menyebarkan. Contohkan jua kepada anak cara mengembangkan, itu adalah cara paling efektif supaya pengajaran yang diberikan cepat menempel kedalam ingatan anak.

    4. Berikan pujian
    Berikan apresiasi kepada anak Jika sudah mulai terdapat asa buat membuatkan mainannya meski hanya satu dua. kebanggaan bisa berupa pernyataan bangga pada perilakunya ataupun pelukan hangat pada anak. Itu akan menumbuhkan semangat pada anak bahwa mengembangkan itu bukanlah hal yang menyeramkan sehingga anak akan belajar buat tak egois serta memperhatikan sesamanya.

    Baca Juga : Cara Menghadapi Anak Hiperaktif

    Artikel Di Buat Oleh : Baconini Wisata dan Parenting

    Oct 21, 2017

    0

    Tehnik Dasar Mendongeng Layaknya Pendongeng Profesional

    Posted in : Parenting on by : Somet

    Tehnik Dasar Mendongeng Layaknya Pendongeng ProfesionalTehnik Dasar Mendongeng Layaknya Pendongeng Profesional, sudah sejak jaman dahulu kala, aktivitas mendongeng tidak hanya disukai oleh anak-anak, namun pula orang muda sampai yang telah dewasa. kegiatan ini dianggap mempunyai berjuta manfaat. Selain buat member hiburan, jua menambah pengetahuan, dan memperkaya akhlak atau moral seseorang, terlebih anak-anak. Anak-anak merupakan eksklusif yg sangat membutuhkan banyak pelajaran dan pengalaman baru. menggunakan media dongeng, anak mirip diajak berfantasi menuju alam imajinasi sembari meraup berjuta pengalaman baru.

    Baca Juga : Cara Menghadapi Anak Hiperaktif

    agar buah hati kita tidak merasa bosan menggunakan dongeng yang kita berikan, kita perlu belajar tehnik-tehnik dasar mendongeng. Tehnik-tehnik ini tidak terlalu sukar buat dipelajari, apalagi Bila anda mau belajar buat sebagai orang tua yang kreatif dalam mendidik oleh buah hati. Hal-hal yang perlu anda pelajari dan perhatikan merupakan:

    1. memilih Cerita

    Usahakanlah buat memilih cerita yang berkualitas. ketika ini banyak sekali terbit buku-buku cerita yang menarik. buat menerima surat keterangan yang terbaik, anda mampu mencari judul-judul cerita dari internet. pakai fasilitas google serta yahoo search engine supaya kita bisa menerima aneka macam judul-judul dongeng serta synopsis dongeng dari para penulis dongeng yg sudah populer. misalnya dengan mengetik “sinopsis buku dongeng”. Kita akan mendapatkan banyak sekali referensi buku dongeng yg sudah terbit serta cerita singkatnya (synopsis). buat anak-anak, usahakan mencari buku yang tidak terlalu tebal, banyak gambar, gambarnya lucu, berwarna, serta memiliki pesan moral. Hal ini sangat krusial supaya oleh buah hati tak merasa bosan menggunakan cerita serta menarik minat anak buat lebih bersemangat mendengarkan dongeng yang akan kita utarakan. Cerita yg baik merupakan cerita yg mengandung unsure pendidikan, kedamaian, cinta kasih, kelembutan, dan kebaikan. Hindari cerita yang mengandung unsure perang-perangan, kekerasan, balas dendam, sihir, dan lain-lain. Unsur-unsur negative yg ada pada pada cerita dianggap bisa meracuni khayalan positif seseorang anak

    dua. Menguasai Cerita
    Cara terbaik menguasai sebuah cerita bukanlah menghafalkannya, melainkan memahani semua isi cerita. umumnya dibutuhkan membaca berkali-kali agar kita bisa menguasai cerita itu sepenuhnya. Jika perlu, kita juga boleh memodifikasi cerita agar lebih menarik. Selain itu, modifikasi cerita pula sangat krusial buat menghindari kata-kata yg belum layak pada dengar sang anak-anak. contohnya ada istilah-istilah di dalam sebuah dongeng demikian,”lalu oleh pangeran mengambil pedang, dan menebas kepala naga. dan seketika itu jua naga itu tewas.” Mungkin kita bisa memodifikasinya demikian,”kemudian oleh pangeran mengambil sebilah pedang, serta keluar cahaya jelas memancar dari pedang tersebut, serta menghasilkan sang naga lari ketakutan terbirit-birit, lalu terbang ke langit. sang naga pun tidak pernah berani muncul balik ”.

    3. Penokohan

    Mempelajar penokohan dalam suatu cerita pula sangat krusial. umumnya, semakin sedikit tokoh yg ada pada pada suatu cerita anak, maka cerita itu akan semakin mudah dan menarik buat didongengkan bagi anak-anak. Hal ini jua memudahkan kita dalam mengkaji tokoh-tokoh yg terdapat pada pada sebuah cerita. Semakin kita memahami karakter yang terdapat pada pada sebuah cerita, maka kita akan semakin mudah mengekpresikan dan membuat variasi bunyi dan tingkah lakunya. jangan lupa memakai aktualisasi diri, gaya, serta bunyi yang lucu agar terlihat menarik.

    4. Alur

    Hal terpenting yg dipelajari dalam sebuah alur cerita artinya pembukaan (umumnya berupa masalah), isi (umumnya berupa permasalahan), epilog (biasanya berisi bagaimana konflik tersebut terselesaikan), dan konklusi (pesan moral). Wah mirip membuat sebuah karya ilmiah ya? Yah, akan tetapi begitulah inti dari sebuah cerita. Hal ini jua berhubungan menggunakan dominasi tokoh serta isi cerita. sesudah menguasai penokohan serta isi cerita, cobalah menghasilkan alur cerita dalam sebuat kertas, sehingga bisa mempermudah anda dalam mengimprovisasi sebuah cerita.

    5. Suasana

    Suasana terbaik bagi anak buat mampu mendapatkan atau mendengarkan dongeng artinya suasana yg kalem, tidak tegang, tidak formal, serta paling pas ialah waktu sang butir hati mau bobok atau setelah makan malam serta belajar. Hal ini pula sangat berguna buat menyegarkan pulang pikiran anak asal ketegangan-ketegangan serta kekawatiran, serta perasaan-perasaan yang tidak menyenangkan yang mungkin pada rasakan si kecil di saat sebelum tidur.

    6. hubungan Mata dan Fisik

    hubungan mata sangat krusial buat “mencuri perhatian” sang buah hati. Jika mata kita tidak terfokus pada mata oleh butir hati, maka terdapat kemungkinan mata sang buah hati menjalar kemana-mana serta kehilangan konsentrasi buat mendengarkan cerita yang kita bawakan. hubungan fisik pula sangat penting agar waktu konsentrasi oleh butir hati mulai memudar, kita mampu mengekspresikan cerita yg kita bawakan kepada oleh butir hati. Bila perlu kita bisa memodifikasi cerita agar kita mampu melakukan kontak fisik dengan si mungil, misalnya dengan mengatakan, ”karena ibu Mela merasa iba melihat anak yang malang itu, maka ibu Mela pun membelai ketua sang anak, mengusap pipinya serta mengatakan, ”Nak, dimana rumahmu?”” hubungan fisik dan mata jua berguna buat menambah kedekatan dengan sang buah hati.

    7. Pengguanaan Media Gambar

    Penggunaan media ini mampu menggunakan gambar yang telah terdapat di dalam buku cerita. namun menjadi pelengkap, ingat mempersiapkan kertas gambar serta pensil. Siapa tahu si kecil belum tahu beberapa benda yang kita ungkapkan. Nah… Bila si mungil belum memahami benda-benda yg kita ceritakan, kita bisa menggambarkannya untuk sang butir hati.

    8. Iringan Musik

    Iringan music sangat krusial buat membawa suasan menjadi damai serta hening, sehingga oleh buah hati pun menjadi siap buat mendengarkan cerita. Pilihlah musik-musik instrumental spesifik buat anak-anak, atau musik-musik klasik. bunyi musik jangan terlalu keras, supaya anak mampu lebih berkonsentrasi mendengarkan cerita daripada mendengarkan musik.

    9. Media Boneka

    Boneka tak hanya wahana bermain, akan tetapi juga bisa sebagai sarana atau media mendongeng yang menarik lho. agar cerita yang dibawakan bisa lebih menarik serta lebih konkret, kita mampu memakai media boneka pada saat mendongeng. Kita bisa menggunakan boneka yang sesuai dengan tokoh cerita. Boneka pada cerita anak-anak yg harus kita miliki menjadi sarana mendongeng anak-anak ialah boneka ayah, ibu, anak, serta anak wanita. buat tokoh-tokoh lainnya, bisa kita miliki menjadi tokoh tambahan.

    praktis, bukan? Jadi yuk belajar menjadi pendongeng professional dengan cara mendongengkan cerita pada sang buah hati. Siapa tahu ternyata kita mempunyai bakat mendongeng dan bisa sebagai seorang pendongeng professional serta ikut meramaikan kasanah dunia dongeng dan global seni hiburan anak-anak.

     

    Artikel Di Buat Oleh : Baconini Wisata dan Parenting